Mengenal Cara Kerja Account Receivable di Perusahaan
Piutang usaha sering menjadi salah satu komponen terbesar dalam laporan keuangan perusahaan yang menjual produk atau jasa secara kredit.
Banyak dari kita sering mendengar istilah account receivable dalam dunia akuntansi atau keuangan perusahaan. Istilah ini merujuk pada tagihan yang harus dibayar pelanggan setelah perusahaan memberikan produk atau layanan terlebih dahulu. Dalam praktik bisnis, sistem ini umum digunakan karena membantu menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus memperlancar aktivitas penjualan.
Account receivable tidak sekadar mencatat jumlah uang yang belum dibayar pelanggan. Bagian ini juga mengatur proses penagihan, memantau jatuh tempo pembayaran, serta memastikan arus kas perusahaan tetap berjalan dengan baik.
Ketika pengelolaan piutang berjalan dengan rapi, perusahaan dapat mengetahui berapa dana yang masih berada di tangan pelanggan dan kapan dana tersebut kemungkinan masuk kembali.
Apa yang dimaksud account receivable

Account receivable adalah piutang yang muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa dengan sistem pembayaran di kemudian hari. Dalam kondisi ini, pelanggan menerima produk lebih dahulu, lalu melakukan pembayaran sesuai jangka waktu yang telah disepakati.
Di banyak perusahaan, bagian account receivable berada di bawah departemen keuangan atau akuntansi. Para profesional di bagian ini bertanggung jawab memastikan setiap transaksi kredit tercatat dengan benar dan dapat ditagih sesuai jadwal.
Keberadaan account receivable membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara penjualan dan arus kas. Tanpa pencatatan yang jelas, perusahaan bisa kesulitan melacak pembayaran pelanggan.
Bagaimana proses account receivable berjalan
Pengelolaan piutang memiliki tahapan yang cukup terstruktur. Setiap tahap saling berkaitan agar proses penagihan berjalan tertib dan dapat dipantau dengan baik.
Secara umum, prosesnya meliputi beberapa langkah berikut:
- Perusahaan menjual barang atau jasa kepada pelanggan dengan sistem kredit.
- Bagian keuangan membuat faktur yang berisi nilai transaksi dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
- Data piutang dicatat dalam sistem akuntansi perusahaan.
- Bagian account receivable memantau tanggal jatuh tempo dan mengingatkan pelanggan jika pembayaran belum dilakukan.
- Setelah pelanggan membayar, perusahaan mencatat penerimaan dana dan menutup transaksi piutang tersebut.
Melalui tahapan ini, perusahaan dapat mengetahui posisi tagihan secara jelas serta menghindari keterlambatan pembayaran yang berlarut.
Mengapa pengelolaan piutang perlu perhatian
Penjualan kredit memang dapat meningkatkan volume transaksi. Namun di sisi lain, piutang yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan masalah keuangan.
Jika pelanggan menunda pembayaran terlalu lama, arus kas perusahaan dapat terganggu. Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lain, seperti gaji karyawan atau pembayaran kepada pemasok.
Beberapa hal yang biasanya menjadi perhatian dalam pengelolaan account receivable antara lain:
- penentuan batas kredit bagi pelanggan
- pemantauan usia piutang
- proses penagihan yang tertib
- pencatatan transaksi yang akurat
Dengan pengawasan yang baik, perusahaan dapat menekan risiko piutang yang tidak tertagih.
Apa peran bagian account receivable dalam perusahaan
Bagian account receivable memiliki tanggung jawab yang cukup luas dalam pengelolaan piutang. Mereka tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga berperan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan terkait pembayaran.
Beberapa tugas utama bagian ini meliputi:
- membuat dan mengirimkan faktur kepada pelanggan
- memantau jadwal jatuh tempo pembayaran
- melakukan komunikasi penagihan secara sopan dan teratur
- mencatat pembayaran yang diterima
- menyiapkan laporan posisi piutang bagi manajemen
Melalui pekerjaan tersebut, perusahaan dapat memantau kondisi keuangan secara lebih jelas dan mengambil keputusan yang tepat terkait penjualan kredit.
Bagi para profesional di bidang keuangan, pemahaman mengenai alur kerja piutang usaha menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang kemudian mendorong tim keuangannya untuk memperdalam pemahaman teknis terkait pengelolaan piutang, termasuk melalui program pendalaman materi terkait account receivable management.
Program seperti ini biasanya membahas cara pencatatan piutang, pemantauan jatuh tempo, hingga pengelolaan risiko keterlambatan pembayaran secara lebih terstruktur.
Untuk diskusi lebih lanjut atau informasi mengenai program pendalaman materi ini, silakan hubungi (0274) 4530527.